
Aku Hanyalah Aku
Seorang wanita berkerudung yang menjalani hari-hari sederhana dengan segenggam mimpi. Banyak orang berkata, hidup itu harus besar, harus berkilau, harus penuh sorot cahaya. Tapi aku percaya, cahaya juga bisa datang dari hal-hal kecil yang sering terlupakan.
Aku suka fotografi. Ada rasa damai setiap kali menekan tombol kamera, membekukan waktu, lalu menyimpan sepotong kisah dalam sebuah bingkai. Bagiku, setiap gambar adalah doa yang tak bersuara, setiap cahaya adalah harapan yang terjaga.
Aku juga suka menulis. Kata-kata selalu menjadi tempatku pulang, tempatku bercerita tentang apa yang tak sanggup kusampaikan dengan suara. Menulis membuatku merasa bebas, seolah segala keresahan bisa bertransformasi menjadi baris-baris yang memberi arti.
Hari ini, aku menulis bukan untuk terkenal, bukan untuk dipuji. Aku hanya ingin berbagi. Siapa tahu ada satu atau dua kalimatku yang menyentuh hati seseorang di luar sana. Siapa tahu ada satu potret yang bisa membuat orang lebih bersyukur atas hidupnya.
Aku hanyalah aku, bukan siapa-siapa. Tapi jika tulisan ini bisa bermanfaat, meski hanya untuk satu orang, maka itu sudah cukup bagiku.